The Reds Mendapatkan Saran Untuk Mempulangkan Coutinho

07 February 0

Liverpool – Mantan gelandang Liverpool, Steve McManaman, menyarankan The Reds untuk memulangkan Philippe Coutinho. Namun, proses transfer tersebut tergantung nilai jual Coutinho.

Playmaker asal Brasil itu sempat meniti karier di Liverpool. Namun pada 2018, Philippe Coutinho memutuskan pindah ke Spanyol untuk bergabung dengan Barcelona.

Sayangnya, kiprah Coutinho bersama El Barca tidak berjalan mulus. Alhasil, pemain berusia 27 tahun tersebut dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Bersama Die Bayern, Philippe Coutinho berhasil mencetak tujuh gol dari 26 pertandingan di seluruh ajang. Meski tampil cukup baik, status sang playmaker tidak akan dipermanenkan Bayern Munchen pada musim panas nanti.

Menurut Steve McManaman, Liverpool harus mencoba untuk memulangkan Coutinho ke Anfield. McManaman percaya Coutinho memiliki kemampuan yang memadai untuk menjadi bagian dari skuat The Reds.

“Saya rasa ada peluang bagi Liverpool untuk memulangkan Philippe Coutinho. Saya tidak keberatan jika Coutinho kembali ke tim ini,” ujar McManaman.

“Dia adalah pemain yang begitu luar biasa, namun transfer ini sangat tergantung dari faktor ekonomi. Jika Liverpool bisa mendatangkan Coutinho dengan harga yang masuk akal dan mungkin menjual beberapa pemain, saya rasa itu bisa terjadi,” lanjutnya.

Steve McManaman percaya Liverpool saat ini membutuhkan tambahan amunisi di lini serang. Untuk itu kehadiran Coutinho bakal menjadi angin segar bagi tim yang bermarkas di Stadion Anfield tersebut.

“Ada rumor yang mengatakan Xherdan Shaqiri ingin pergi pada akhir musim nanti. Tidak hanya itu, Adam Lallana juga ingin pindah karena ingin bermain lebih sering,” kata McManaman.

“Jika dua pemain itu pergi ada ruang di skuat mereka, dan saya ingin Coutinho mengisi ruang itu. Dia adalah pemain yang luar biasa bagi Liverpool, dan dia adalah pemain yang bisa menghadirkan perbedaan ketika timnya mengalami kesulitan.” ujarnya.

Menurut laporan yang beredar, Barcelona tidak keberatan memulangkan Coutinho ke Liverpool. Namun, skuat Si Merah harus siap keluar uang sekitar 86 juta poundsterling untuk mengamankan jasanya.

Sumber: Horse Racing

Messi Memberikan Kritik Balik Kepada Direktur Olahraga Barcelona

05 February 0

Jakarta, Megabintang Barcelona, Lionel Messi, melakukan serangan balik terhadap sang Direktur Olahraga, Eric Abidal. Penyebabnya adalah pernyataan Abidal yang dianggap menyerang pemain Blaugrana.

Messi menggunakan akun Instagram personalnya untuk menulis pemikirannya, yang dinilai sebagai serangan balik terhadap kritikan yang dilontarkan Abidal.

Messi menuding, Abidal dan direktur lain di klub Barcelona semestinya bertanggung jawal atas serangkaian keputusan yang mereka ambil.

“Sejujurnya, saya tak menyukai hal semacam ini.  Tapi, saya pikir semua orang harus bertanggung jawab atas peran mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil,” tulis Messi dalam Instagram story, Selasa lalu.

“Kami (pemain) menjadi yang pertama mengetahui ketika kami tak bermain bagus. Mereka yang berkuasa di departemen olahraga juga harus bertanggung jawab atas tugas-tugas mereka, dan terutama atas keputusan-keputusan mereka,” lanjutnya.

Messi diketahui sangat jarang melakukan tindakan seperti ini. Namun, Messi ternyata tidak bisa tinggal diam dan memilih bereaksi atas kritikan Abidal yang ditujukan kepada pemain Barcelona, tentunya termasuk juga dirinya.

Kritikan Abidal itu terlontar dalam sesi wawancara dengan media Spanyol, Sport, beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataannya, Abidal berujar “banyak pemain tidak memuaskan dan tidak bekerja keras” di bawah arahan pelatih Ernesto Valverde, yang akhirnya dipecat dan digantikan Quique Setien pada medio Januari lalu.

Messi rupanya merasa tersudut dengan pernyataan itu. Sebagai catatan, keduanya pernah bahu-membahu di lapangan demi kejayaan Barcelona hingga Abidal meninggalkan Camp Nou pada 2013.

“Yang terakhir, saya pikir ketika Anda bicara tentang pemain-pemain, Anda harus menyebut nama mereka,” imbuh Messi.

“Jika tidak, Anda menjelekkan kami semua dan justru membantu menyebar rumor yang tidak benar,” tulis peraih enam gelar Ballon d’Or tersebut.

Hingga saat ini pihak klub belum merespons komentar menohok Messi ini.

Di sisi lain, Barcelona belum memperlihatkan permainan oke sejak Valverde digantikan Setien. Blaugrana dilengserkan Real Madrid dari puncak klasemen sementara La Liga, dan nyaris tereliminasi dari klub kasta ketiga dalam Copa del Rey.

Sumber: Fox Sports

Joao Felix Telah Salah Memilih Klub

04 February 0

 

Derbi Madrid mempertemukan Real Madrid dan Atletico Madrid jilid kedua musim ini sudah berlangsung di Santiago Bernabeu (1/2/2020). Hasilnya, Real Madrid menang 1-0 lewat gol Karim Benzema.

Pertandingan ini menyedot atensi, termasuk Rafael van deer Vaart. Mantan gelandang Real Madrid dan Tottenham Hostpur itu angkat bicara perihal laga tersebut.

Ia menyoroti permainan Atletico Madrid, yang disebutnya seperti “tidak ada upaya untuk bermain sepak bola sama sekali”.

Tidak hanya itu, van der Vaart juga mengomentari kiprah bintang muda Atletico Madrid, Joao Felix. Kendati, sang pemain absen dalam derbi kali ini karena cedera.

Van der Vaart meyakini Joao Felix membuat keputusan keliru dengan memilih gabung Los Rojiblancos pada musim panas tahun lalu.

Sejauh ini penampilan pemain yang diboyong dari Benfica dengan transfer 125 juta euro itu belum memenuhi ekspektasi.

“Joao Felix pemain luar biasa, tapi dia ada di klub yang salah dengan pelatih yang salah,” ujar van der Vaart kepada Ziggo Sport.

“Ketika Atletico membeli dia musim panas lalu, saya langsung berpikir Diego Simeone (pelatih Atletico Madrid) bisa mengubah filosofinya dan mulai bermain sepak bola,” lanjutnya.

“Namun, sejauh ini belum seperti itu,” kata mantan pemain Timnas Belanda itu.

“Joao membutuhkan gaya permainan lain untuk menonjol, ia membutuhkan bola di kakinya untuk menandai ritme permainan, sedangkan tim racikan Simeone tidak memiliki penguasaan bola,” imbuhnya.

Dari data, statistik Joao Felix sejauh ini memang tidak menonjol. Pemain berusia 20 tahun itu mencatatkan 1.272 menit bermain, turun dalam 17 pertandingan, baru mencetak dua gol buat Atletico Madrid di La Liga musim ini, namun sudah mengoleksi tiga kartu kuning.

 

Sumber : Marca

Satu Lagi Pemain Asia Segera Menyusul Minamino Beraksi di Premier League

28 December 0

Setelah Takumi Minamino gabung Liverpol, dikabarkan ada satu lagi pemain asal Asia Timur yang segera beraksi di liga paling gemerlap di jagat, Premier League. Dia adalah Hwang Hee-chan.

Sama halnya Takumi Minamino asal Jepang, Hwang Hee-chan juga berstatus pemain Red Bull Salzburg. Bedanya, jika Minamino diboyong Liverpool, Hwang dirumorkan bakal merapat ke Wolverhampton.

Musim ini Hwang Hee-Chan tampil apik bersama Salzburg, yang bermain di kasta tertinggi Austria. Dia mampu menembus tim utama, walau tidak selalu tampil sebagai pemain inti.

Hwang sejauh ini telah memainkan 14 pertandingan bersama Salzburg di kompetisi domestik (8 inti, 6 pengganti). Dari catatan itu, pemain Timnas Korea Selatan ini mampu mencetak enam gol untuk Salzburg.

Pemain berusia 23 tahun tersebut juga tampil bagus ketika membela Salzburg di Liga Champions. Kendati Salzburg gagal lolos dari fase grup, Hwang mendapat banyak perhatian karena mampu mencetak tiga gol.

Penampilan apik kancah di Liga Champions itu menarik perhatian klub-klub papan atas Eropa. Arsenal, ketika masih dilatih Unai Emery, disebut sempat melirik dan berencana membeli Hwang.

Namun, bukan Arsenal yang sekarang sedang serius membidik Hwang Hee-chan, melainkan Wolverhampton. Klub yang ada di posisi kelima Premier League 2019-2020 itu dikabarkan telah melakukan pembicaraan untuk bisa membeli mantan pemain Hamburg SV tersebut pada Januari 2020.

Lebih Mahal ketimbang Minamino

Media asal Jerman, Hamburger Morgenpost, mengklaim sudah ada kesepakatan antara Wolves dengan Salzburg. Wolves nantinya akan membayar 23 juta paun (Rp419,3 miliar) untuk mendapatkan Hwang dengan status transfer permanen.

Sumber yang sama menyebut, sebenarnya ada banyak klub yang tertarik untuk membeli Hwang. Hanya, Wolves punya tawaran paling serius. Nilai transfer yang disodorkan kubu Wolves juga disebut berpengaruh besar pada keputusan Salzburg.

Andai pindah ke Wolves, Hwang Hee-Chan akan menjadi pemain Salzburg kedua yang memilih pindah ke Premier League pada Januari 2020. Sebelumnya, sudah ada Takumi Minamino, yang digaet Liverpool.

Pemain asal Jepang tersebut dibeli Liverpool dengan harga murah, 7,5 juta paun. Harga tersebut sesuai dengan klausul pelepasan yang ada di kontrak Minamimo.

Everton Dianggap Melanggar Janji kepada Ibu Moise Kean

17 December 0

Jakarta – Striker muda Everton, Moise Kean, seperti dipermalukan oleh sang pelatih, Ducan Ferguson, saat menghadapi Manchester United di Old Trafford, Minggu (16/12/2019). Pemain berpaspor Italia itu baru masuk ke lapangan menit ke-70, namun sudah kembali ditarik keluar pada menit ke-89.

Kejadian tersebut membuat Moise Kean bingung dan mungkin tersinggung. Bahkan, tak sedikit fans yang mengkritik keras keputusan Duncan Ferguson karena dianggap mempermalukan Kean.

Mantan pemain Juventus itu mengungkapkan kekecewaan dengan tak mau berjabat tangan dengan sang manajer. Duncan Ferguson kemudian memberikan klarifikasi setelah pertandingan terkait keputusan tersebut.

“Saya pikir dia belum cukup siap dalam tempo cepat permainan,” kata Ferguson dikutip Givemesport, Selasa (17/12/2019).

“Kami memasukkan Oumar Niasse yang bisa menangani masalah itu. Ini bukan tentang Moise. Saya sudah membuat keputusan dan menggantinya. Dia akan dimainkan lagi. Dia baru berusia 19 tahun,” imbuhnya.

Moise Kean hanya berhasil melakukan sembilan sentuhan bola dalam pertandingan tersebut. Ia tampak berjuang untuk memulihkan kepercayaan dirinya.

Kepercayaan diri Moise Kean mungkin sedang berada di posisi terbawah. Terlebih ia belum mencetak gol dalam 12 penampilannya di Premier League.

Janji Everton

Namun, tindakan Duncan Ferguson tersebut dianggap telah membuat Everton melanggar janji yang pernah diucapkan kepada ibunda Moise Kean.

Situasi saat ini berbanding 180 derajat saat Moise Kean pindah dari Juventus musim panas 2019. Direktur sepak bola Everton, Marcel Brands, bahkan berjanji kepada ibu Kean mereka akan merawat sang pemain dengan baik.

“Kami akan merawat putramu. Saya berharap sering bertemu dengan Anda,” kata Brands sembari memberi ibu Kean baju Everton yang bertuliskan ‘Mami’ dibelakangnya.

Namun, Ferguson tidak terlihat dalam momen itu. Everton mengontrak Moise Kean sebesar 25 juta pounds (Rp465 Miliar). Namun, menurut laporan The Atheltic nama Kean awalnya tidak ada dalam daftar pembelian klub yang disusun Brands dan mantan manajer, Marco Silva.

“Ada lima nama dalam daftar itu dan Kean tidak ada di situ,” kata seorang sumber.

Mason Greenwood Tak Sengaja Bocorkan Taktik Manchester United di Hadapan Jutaan Penonton

16 December 0

 

Jakarta – Penggemar sepak bola disuguhi pemandangan tak lazim saat paruh kedua laga Manchester United melawan Everton di Old Trafford, Minggu (16/12/2019). Saat itu kamera televisi menyorot buku taktik tim tuan rumah, alias Setan Merah.

Striker muda Manchester UnitedMason Greenwood, sedang bersiap masuk menggantikan Jesse Lingard. Ia terlihat membolak-balik halaman buku, sementara sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer, berdiri di sampingnya tanpa bergerak.

Awalnya kamera hanya memperlihatkan Greenwood di bangku cadangan. Namun, sesaat kemudian kamera menyorot buku taktik yang sedang dibolak-balik Greenwood. Pemain muda MU itu tanpa sengaja telah membocorkan taktik timnya ke jutaan pemirsa televisi.

Ada sekitar satu menit saat jutaan penonton televisi yang menyaksikan laga tersebut bisa melihat taktik Manchester United yang dipersiapkan oleh Solskjaer. Taktik yang dibaca Greenwood nampaknya berhasil.

Ia berhasil mencetak gol penyama kedudukan dan bertahan hingga pertandingan usai. Sebelum Greenwood masuk, Manchester United sedang tertinggal 0-1 melalui gol bunuh diri Victor Lindelof.

Penggemar Manchester United langsung bereaksi atas insiden Mason Greenwood tersebut. Tapi, para penggemar tidak menyalahkan Greenwood, tapi malah menyoroti tindakan televisi yang sengaja menyoroti buku taktik tersebut. Berikut ini beberepa reaksi netizen terhadap insiden tersebut.

1. Tindakan Kriminal

“Tindakan kriminal dari Sky Sports, memperbesar taktik United, menunjukkan sekitar 5 halaman yang dibaca Greenwood

2. Taktik Manchester United Terekspos

“Sky Sports benar-benar mengekspos taktik United LOOL

3. Persaingan Baru

“Sky Sports vs Manchester United setelah membocorkan taktik kami, Selalu dinilai Amazon Prime Sport.”

4. Strategi Ole Gunnar Solskjaer

“Ole adalah peracik genius”

5. Kenapa Anda Bertindak Seperti Itu?

“@SkySports mengapa memperbesar taktik Manchester United di kamera, ketika Anda tidak melakukan di klub sepak bola lainnya”

Gol Sadio Mane Dianulir karena VAR, Fans Liverpool Murka di Media Sosial

15 December 0

Liverpool berhasil mengamanankan tiga poin penuh kala menjamu Watford. Bermain di Anfield, Sabtu (15/12/2019) malam WIB The Reds menang dengan skor 2-0.

Dua gol kemanangan Liverpool diborong oleh stiker andalan mereka, Muhamed Salah. Penyerang berpaspor Mesir tersebut mencetak gol menit ke-38 dan 90.

Ada kejadian menarik saat laga memasuki menit ke-50. Sadio Mane berhasil menyarangkan bola ke gawang melalui sundulan dan sempat melakukan selebarasi.

Namun, gol tersebut dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR). Mane tertangkap offside karena ketiaknya.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku berang dengan keputusan wasit setelah meninjau VAR. Menurut pria berpaspor Jerman tersebut, Mane tidak dalam posisi offside.

“Jujur saja, saya tidak paham mengapa Mane dibilang offside. Saya pikir, ada satu operan yang membuat satu pemain offside. Ternyata, yang offside justru Mane, dan saya tak melihat ia berada dalam posisi offside, kata Klopp seperti dilansir Sky Sports, Minggu (15/12/2019).

Kondisi ini membuat fans Liverpool di media sosial Twitter geram. Bola.com merangkum sederet cuitan fans yang tidak terima dengan keputusan VAR menganulir gol Mane.

Gianluigi Buffon: Menghadapi Real Madrid di Liga Champions adalah Kehormatan

13 December 0

Gianluigi Buffon mengaku berjumpa Real Madrid di Liga Champions adalah suatu kehormatan. Ia menaruh respek yang besar kepada raksasa La Liga Spanyol itu.

Juventus berpeluang untuk berjumpa Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions. Bukannya takut, Buffon justru menantikan partai tersebut.

Dua musim lalu, Juventus harus menyudahi perjalanannya di pentas tertinggi Benua Biru usai dikalahkan Madrid. Kenangan itu tak membuat Buffon kapok., sebaliknya, malah harus disyukuri.

“Akan selalu jadi kehormatan bertemu Real Madrid. Rispek yang saya berikan terhadap sejarah klub dan historis pemain-pemainnya sangatlah besar,” ujar Buffon dikutip dari Football Italia.

“Meski saat itu saya sedih karena tersingkir oleh Madrid, saya melihat laga itu dari sisi positif. Itu merupakan contoh nyata determinasi dan kekuatan,” kata Buffon lagi.

Buffon tampil buat Juventus kala menghadapi Bayer Leverkusen. Menariknya, itu adalah laga perdananya di Liga Champions setelah terakhir kali saat melawan Real Madrid.

Keyakinan Zinedine Zidane

Real Madrid akan berjumpa lawan berat di babak 16 Besar Liga Champions musim 2019/2020. Sebab, dengan status sebagai runner-up grup, maka Real Madrid akan berjumpa juara grup lain yang bukan senegara.

Salah satu lawan yang mungkin akan dijumpai Real Madrid yaitu juara bertahan Liverpool. The Reds sedang berada dalam performa terbaik pada musim 2019/2020, tetapi kondisi ini tidak membuat Madrid gentar.

“Andai Real Madrid bermain melawan Liverpool, kami bakal menyingkirkan mereka,” ucap Zinedine Zidane sembari tertawa, dikutip dari Goal International.

Setelah itu, Zinedine Zidane memberi respon yang lebih bijak dan dengan nada serius. “Kami tidak bisa berbuat apa pun tentang hasil undian,” ucap pelatih asal Prancis itu.

Liverpool menjadi lawan yang mungkin akan dihadapi Real Madrid. Selain itu, Real Madrid juga bisa berjumpa RB Leipzig, Juventus, Manchester City dan Bayern Munchen.

 

5 Rekan Setim Terbaik Cristiano Ronaldo Selama Kariernya

12 December 0

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo menjadi satu di antara pemain terbaik di dunia saat ini. Status tersebut dibuktikan dari sederet prestasi individu maupun saat bersama timnya.

Saat ini, Ronaldo sudah mengoleksi lima gelar Ballon d’Or, hanya kalah satu trofi dari Lionel Messi. Selain itu, hampir semua tim yang ia bela selalu mendapatkan trofi, terutama kompetisi domestik.

Hingga kini total sudah empat klub yang pernah ia perkuat. Keempat tim tersebut ialah Sporting CP, Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Cristiano Ronaldo juga moncer saat memperkuat Timnas Portugal.

Kekasih Georgina Rodriguez itu sudah mempersembahkan dua gelar bergengsi untuk Timnas Portugal, yakni Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League 2019.

Dalam mencapai sederet prestasi sepanjang karier tersebut, Ronaldo tentunya tak sendirian. Dia mendapat bantuan dari pemain-pemain hebat pada tim yang ia perkuat.

Siapa saja rekan setim terbaik Cristiano Ronaldo selama berkarier sebagai pemain bola? Berikut ini lima di antaranya, seperti dilansir Sportkeeda, Rabu (11/12/2019).

1. Luis Figo

Sebelum Cristiano Ronaldo merengkuh gelar Piala Eropa 2016, Luis Figo merupakan pesepak bola terbaik yang dimiliki Timnas Portugal. Saat berusia 18 tahun, Ronaldo sudah masuk dalam skuat Portugal untuk Piala Eropa 2004.

Sejak saat itu, Ronaldo sering merasakan bermain bersama Luis Figo, yang pada saat itu berstatus sebagai kapten Timnas Portugal. Kondisi tersebut membuat Ronaldo banyak belajar dari Figo.

Namun, selepas Piala Dunia 2006, Luis Figo memutuskan pensiun sebagai pemain sepak bola. Alhasil, nomor punggung 7 yang dipakai Figo langsung diwariskan kepada Cristiano Ronaldo.

Hingga kini, nomor punggung 7 masih dipakai Ronaldo saat memperkuat Timnas Portugal. Hal tersebut di atas menunjukkan jika Luis Figo banyak menginspirasi Ronaldo, termasuk dalam urusan meraih Ballon d’Or.

2. Mesut Ozil

Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, dianggap sebagai salah satu rekan setim terbaik Cristiano Ronaldo. Pemain asal Jerman itu dikenal mempunyai umpan-umpan yang akurat.

Ozil medapatkan tugas sebagai pengumpan saat berseragam Real Madrid. Ozil membela Los Blancos sejak 2010 hingga 2013.

Kala itu, Ozil dengan umpan presisinya sering memanjakan Ronaldo di depan gawang. Selain itu, saat Ozil membela Real Madrid, klub berjuluk Los Blancos itu mempunyai andalan serangan balik yang mematikan.

Setelah pemain lawan kehilangan bola, pemain belakang langsung mengumpan ke Ozil, yang kemudian memberikan umpan jarak jauh yang akurat ke pemain depan.

Tak jarang serangan balasan tersebut berbuah gol ke gawang lawan. Selama tiga musim memperkuat Real Madrid, Ozil sukses mencatatkan 70 assist.

Saat Mesut Ozil hengkang ke Assenal, banyak pemain Real Madrid yang kecewa, termasuk Cristiano Ronaldo.

3. Marcelo

Saat Cristiano Ronaldo memutuskan hengkang ke Juventus, satu di antara pemain yang paling kecewa ialah Marcelo. Seperti halnya Mesut Ozil, Marcelo juga mempunyai chemistry yang sangat bagus dengan Ronaldo.

Tak bisa dipungkiri Marcelo merupakan satu di antara bek kiri terbaik di dunia. Pemain asal Brasil itu tak hanya piawai dalam bertahan, melainkan juga sangat bagus saat membantu penyerangan.

Umpan-umpan Marcelo ke kotak penalti lawan sering memanjakan para pemain depan El Real, termasuk Ronaldo. Selain itu, kombinasi umpan satu-dua juga kerap membuat pertahanan lawan keteteran.

Kedua pemain tersebut terlihat sudah saling memahami satu sama lain saat bertanding. Wajar tentunya jika Marcelo masih merindukan Ronaldo, baik di dalam maupun luar lapangan.

4. Wayne Rooney

Saat Cristiano Ronaldo berseragam Manchester United, Wayne Rooney dianggap sebagai rekan terbaik di lapangan. Kedua pemain tersebut menjadi satu di antara duet paling mematikan sepanjang sejarah Premier League.

Dengan adanya Rooney di lapangan, Ronaldo mampu bergerak bebas menembus pertahanan. Tak jarang aksi kedua pemain mendapatkan apresiasi dari para pencinta sepak bola.

Meskipun banyak pemain bintang yang menghiasi skuat Manchester United, duet Ronaldo dan Rooney bisa dibilang berhasil mencuri perhatian.

Keduanya juga sukses mempersembahkan sejumlah gelar untuk Setan Merah termasuk Liga Champions.

5. Karim Benzema

Jesse Lingard Optimistis Kembali Tampil Apik Bersama Manchester United

11 December 0

Jakarta – Pemain Manchester United, Jesse Lingard, mengungkapkan kegembiraannya karena mulai kembali ke performa terbaiknya. Ia optimistis bisa tampil konsisten bersama Manchester United.

Satu tahun terakhir merupakan masa yang berat bagi Jesse Lingard. Pemain tersebut kerap mengalami cedera kambuhan sehingga ia sulit mendapatkan jam bermain bersama Manchester United.

Dampak lanjutan dari situasi tersebut adalah performanya yang inkonsisten, di mana ia gagal membuat gol maupun assist sejak bulan Februari kemarin.

Namun peruntungan Lingard mulai berubah belakangan ini. Berawal dengan golnya ke gawang Astana, performa didikan akademi Manchester United itu mulai kembali ke level tertinggi sehingga ia mulai dipercaya Ole Gunnar Solskjaer untuk menjadi starter.

Lingard mengaku gembira karena performanya mulai membaik. Ia menyebut ia sudah kembali ke jalur yang benar untuk menunjukkan performa terbaiknya bersama Manchester United.

Merasa Bahagia