Satu Lagi Pemain Asia Segera Menyusul Minamino Beraksi di Premier League

28 December 0

Setelah Takumi Minamino gabung Liverpol, dikabarkan ada satu lagi pemain asal Asia Timur yang segera beraksi di liga paling gemerlap di jagat, Premier League. Dia adalah Hwang Hee-chan.

Sama halnya Takumi Minamino asal Jepang, Hwang Hee-chan juga berstatus pemain Red Bull Salzburg. Bedanya, jika Minamino diboyong Liverpool, Hwang dirumorkan bakal merapat ke Wolverhampton.

Musim ini Hwang Hee-Chan tampil apik bersama Salzburg, yang bermain di kasta tertinggi Austria. Dia mampu menembus tim utama, walau tidak selalu tampil sebagai pemain inti.

Hwang sejauh ini telah memainkan 14 pertandingan bersama Salzburg di kompetisi domestik (8 inti, 6 pengganti). Dari catatan itu, pemain Timnas Korea Selatan ini mampu mencetak enam gol untuk Salzburg.

Pemain berusia 23 tahun tersebut juga tampil bagus ketika membela Salzburg di Liga Champions. Kendati Salzburg gagal lolos dari fase grup, Hwang mendapat banyak perhatian karena mampu mencetak tiga gol.

Penampilan apik kancah di Liga Champions itu menarik perhatian klub-klub papan atas Eropa. Arsenal, ketika masih dilatih Unai Emery, disebut sempat melirik dan berencana membeli Hwang.

Namun, bukan Arsenal yang sekarang sedang serius membidik Hwang Hee-chan, melainkan Wolverhampton. Klub yang ada di posisi kelima Premier League 2019-2020 itu dikabarkan telah melakukan pembicaraan untuk bisa membeli mantan pemain Hamburg SV tersebut pada Januari 2020.

Lebih Mahal ketimbang Minamino

Media asal Jerman, Hamburger Morgenpost, mengklaim sudah ada kesepakatan antara Wolves dengan Salzburg. Wolves nantinya akan membayar 23 juta paun (Rp419,3 miliar) untuk mendapatkan Hwang dengan status transfer permanen.

Sumber yang sama menyebut, sebenarnya ada banyak klub yang tertarik untuk membeli Hwang. Hanya, Wolves punya tawaran paling serius. Nilai transfer yang disodorkan kubu Wolves juga disebut berpengaruh besar pada keputusan Salzburg.

Andai pindah ke Wolves, Hwang Hee-Chan akan menjadi pemain Salzburg kedua yang memilih pindah ke Premier League pada Januari 2020. Sebelumnya, sudah ada Takumi Minamino, yang digaet Liverpool.

Pemain asal Jepang tersebut dibeli Liverpool dengan harga murah, 7,5 juta paun. Harga tersebut sesuai dengan klausul pelepasan yang ada di kontrak Minamimo.

Everton Dianggap Melanggar Janji kepada Ibu Moise Kean

17 December 0

Jakarta – Striker muda Everton, Moise Kean, seperti dipermalukan oleh sang pelatih, Ducan Ferguson, saat menghadapi Manchester United di Old Trafford, Minggu (16/12/2019). Pemain berpaspor Italia itu baru masuk ke lapangan menit ke-70, namun sudah kembali ditarik keluar pada menit ke-89.

Kejadian tersebut membuat Moise Kean bingung dan mungkin tersinggung. Bahkan, tak sedikit fans yang mengkritik keras keputusan Duncan Ferguson karena dianggap mempermalukan Kean.

Mantan pemain Juventus itu mengungkapkan kekecewaan dengan tak mau berjabat tangan dengan sang manajer. Duncan Ferguson kemudian memberikan klarifikasi setelah pertandingan terkait keputusan tersebut.

“Saya pikir dia belum cukup siap dalam tempo cepat permainan,” kata Ferguson dikutip Givemesport, Selasa (17/12/2019).

“Kami memasukkan Oumar Niasse yang bisa menangani masalah itu. Ini bukan tentang Moise. Saya sudah membuat keputusan dan menggantinya. Dia akan dimainkan lagi. Dia baru berusia 19 tahun,” imbuhnya.

Moise Kean hanya berhasil melakukan sembilan sentuhan bola dalam pertandingan tersebut. Ia tampak berjuang untuk memulihkan kepercayaan dirinya.

Kepercayaan diri Moise Kean mungkin sedang berada di posisi terbawah. Terlebih ia belum mencetak gol dalam 12 penampilannya di Premier League.

Janji Everton

Namun, tindakan Duncan Ferguson tersebut dianggap telah membuat Everton melanggar janji yang pernah diucapkan kepada ibunda Moise Kean.

Situasi saat ini berbanding 180 derajat saat Moise Kean pindah dari Juventus musim panas 2019. Direktur sepak bola Everton, Marcel Brands, bahkan berjanji kepada ibu Kean mereka akan merawat sang pemain dengan baik.

“Kami akan merawat putramu. Saya berharap sering bertemu dengan Anda,” kata Brands sembari memberi ibu Kean baju Everton yang bertuliskan ‘Mami’ dibelakangnya.

Namun, Ferguson tidak terlihat dalam momen itu. Everton mengontrak Moise Kean sebesar 25 juta pounds (Rp465 Miliar). Namun, menurut laporan The Atheltic nama Kean awalnya tidak ada dalam daftar pembelian klub yang disusun Brands dan mantan manajer, Marco Silva.

“Ada lima nama dalam daftar itu dan Kean tidak ada di situ,” kata seorang sumber.

Mason Greenwood Tak Sengaja Bocorkan Taktik Manchester United di Hadapan Jutaan Penonton

16 December 0

 

Jakarta – Penggemar sepak bola disuguhi pemandangan tak lazim saat paruh kedua laga Manchester United melawan Everton di Old Trafford, Minggu (16/12/2019). Saat itu kamera televisi menyorot buku taktik tim tuan rumah, alias Setan Merah.

Striker muda Manchester UnitedMason Greenwood, sedang bersiap masuk menggantikan Jesse Lingard. Ia terlihat membolak-balik halaman buku, sementara sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer, berdiri di sampingnya tanpa bergerak.

Awalnya kamera hanya memperlihatkan Greenwood di bangku cadangan. Namun, sesaat kemudian kamera menyorot buku taktik yang sedang dibolak-balik Greenwood. Pemain muda MU itu tanpa sengaja telah membocorkan taktik timnya ke jutaan pemirsa televisi.

Ada sekitar satu menit saat jutaan penonton televisi yang menyaksikan laga tersebut bisa melihat taktik Manchester United yang dipersiapkan oleh Solskjaer. Taktik yang dibaca Greenwood nampaknya berhasil.

Ia berhasil mencetak gol penyama kedudukan dan bertahan hingga pertandingan usai. Sebelum Greenwood masuk, Manchester United sedang tertinggal 0-1 melalui gol bunuh diri Victor Lindelof.

Penggemar Manchester United langsung bereaksi atas insiden Mason Greenwood tersebut. Tapi, para penggemar tidak menyalahkan Greenwood, tapi malah menyoroti tindakan televisi yang sengaja menyoroti buku taktik tersebut. Berikut ini beberepa reaksi netizen terhadap insiden tersebut.

1. Tindakan Kriminal

“Tindakan kriminal dari Sky Sports, memperbesar taktik United, menunjukkan sekitar 5 halaman yang dibaca Greenwood

2. Taktik Manchester United Terekspos

“Sky Sports benar-benar mengekspos taktik United LOOL

3. Persaingan Baru

“Sky Sports vs Manchester United setelah membocorkan taktik kami, Selalu dinilai Amazon Prime Sport.”

4. Strategi Ole Gunnar Solskjaer

“Ole adalah peracik genius”

5. Kenapa Anda Bertindak Seperti Itu?

“@SkySports mengapa memperbesar taktik Manchester United di kamera, ketika Anda tidak melakukan di klub sepak bola lainnya”

Gol Sadio Mane Dianulir karena VAR, Fans Liverpool Murka di Media Sosial

15 December 0

Liverpool berhasil mengamanankan tiga poin penuh kala menjamu Watford. Bermain di Anfield, Sabtu (15/12/2019) malam WIB The Reds menang dengan skor 2-0.

Dua gol kemanangan Liverpool diborong oleh stiker andalan mereka, Muhamed Salah. Penyerang berpaspor Mesir tersebut mencetak gol menit ke-38 dan 90.

Ada kejadian menarik saat laga memasuki menit ke-50. Sadio Mane berhasil menyarangkan bola ke gawang melalui sundulan dan sempat melakukan selebarasi.

Namun, gol tersebut dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR). Mane tertangkap offside karena ketiaknya.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku berang dengan keputusan wasit setelah meninjau VAR. Menurut pria berpaspor Jerman tersebut, Mane tidak dalam posisi offside.

“Jujur saja, saya tidak paham mengapa Mane dibilang offside. Saya pikir, ada satu operan yang membuat satu pemain offside. Ternyata, yang offside justru Mane, dan saya tak melihat ia berada dalam posisi offside, kata Klopp seperti dilansir Sky Sports, Minggu (15/12/2019).

Kondisi ini membuat fans Liverpool di media sosial Twitter geram. Bola.com merangkum sederet cuitan fans yang tidak terima dengan keputusan VAR menganulir gol Mane.

Gianluigi Buffon: Menghadapi Real Madrid di Liga Champions adalah Kehormatan

13 December 0

Gianluigi Buffon mengaku berjumpa Real Madrid di Liga Champions adalah suatu kehormatan. Ia menaruh respek yang besar kepada raksasa La Liga Spanyol itu.

Juventus berpeluang untuk berjumpa Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions. Bukannya takut, Buffon justru menantikan partai tersebut.

Dua musim lalu, Juventus harus menyudahi perjalanannya di pentas tertinggi Benua Biru usai dikalahkan Madrid. Kenangan itu tak membuat Buffon kapok., sebaliknya, malah harus disyukuri.

“Akan selalu jadi kehormatan bertemu Real Madrid. Rispek yang saya berikan terhadap sejarah klub dan historis pemain-pemainnya sangatlah besar,” ujar Buffon dikutip dari Football Italia.

“Meski saat itu saya sedih karena tersingkir oleh Madrid, saya melihat laga itu dari sisi positif. Itu merupakan contoh nyata determinasi dan kekuatan,” kata Buffon lagi.

Buffon tampil buat Juventus kala menghadapi Bayer Leverkusen. Menariknya, itu adalah laga perdananya di Liga Champions setelah terakhir kali saat melawan Real Madrid.

Keyakinan Zinedine Zidane

Real Madrid akan berjumpa lawan berat di babak 16 Besar Liga Champions musim 2019/2020. Sebab, dengan status sebagai runner-up grup, maka Real Madrid akan berjumpa juara grup lain yang bukan senegara.

Salah satu lawan yang mungkin akan dijumpai Real Madrid yaitu juara bertahan Liverpool. The Reds sedang berada dalam performa terbaik pada musim 2019/2020, tetapi kondisi ini tidak membuat Madrid gentar.

“Andai Real Madrid bermain melawan Liverpool, kami bakal menyingkirkan mereka,” ucap Zinedine Zidane sembari tertawa, dikutip dari Goal International.

Setelah itu, Zinedine Zidane memberi respon yang lebih bijak dan dengan nada serius. “Kami tidak bisa berbuat apa pun tentang hasil undian,” ucap pelatih asal Prancis itu.

Liverpool menjadi lawan yang mungkin akan dihadapi Real Madrid. Selain itu, Real Madrid juga bisa berjumpa RB Leipzig, Juventus, Manchester City dan Bayern Munchen.

 

5 Rekan Setim Terbaik Cristiano Ronaldo Selama Kariernya

12 December 0

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo menjadi satu di antara pemain terbaik di dunia saat ini. Status tersebut dibuktikan dari sederet prestasi individu maupun saat bersama timnya.

Saat ini, Ronaldo sudah mengoleksi lima gelar Ballon d’Or, hanya kalah satu trofi dari Lionel Messi. Selain itu, hampir semua tim yang ia bela selalu mendapatkan trofi, terutama kompetisi domestik.

Hingga kini total sudah empat klub yang pernah ia perkuat. Keempat tim tersebut ialah Sporting CP, Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Cristiano Ronaldo juga moncer saat memperkuat Timnas Portugal.

Kekasih Georgina Rodriguez itu sudah mempersembahkan dua gelar bergengsi untuk Timnas Portugal, yakni Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League 2019.

Dalam mencapai sederet prestasi sepanjang karier tersebut, Ronaldo tentunya tak sendirian. Dia mendapat bantuan dari pemain-pemain hebat pada tim yang ia perkuat.

Siapa saja rekan setim terbaik Cristiano Ronaldo selama berkarier sebagai pemain bola? Berikut ini lima di antaranya, seperti dilansir Sportkeeda, Rabu (11/12/2019).

1. Luis Figo

Sebelum Cristiano Ronaldo merengkuh gelar Piala Eropa 2016, Luis Figo merupakan pesepak bola terbaik yang dimiliki Timnas Portugal. Saat berusia 18 tahun, Ronaldo sudah masuk dalam skuat Portugal untuk Piala Eropa 2004.

Sejak saat itu, Ronaldo sering merasakan bermain bersama Luis Figo, yang pada saat itu berstatus sebagai kapten Timnas Portugal. Kondisi tersebut membuat Ronaldo banyak belajar dari Figo.

Namun, selepas Piala Dunia 2006, Luis Figo memutuskan pensiun sebagai pemain sepak bola. Alhasil, nomor punggung 7 yang dipakai Figo langsung diwariskan kepada Cristiano Ronaldo.

Hingga kini, nomor punggung 7 masih dipakai Ronaldo saat memperkuat Timnas Portugal. Hal tersebut di atas menunjukkan jika Luis Figo banyak menginspirasi Ronaldo, termasuk dalam urusan meraih Ballon d’Or.

2. Mesut Ozil

Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, dianggap sebagai salah satu rekan setim terbaik Cristiano Ronaldo. Pemain asal Jerman itu dikenal mempunyai umpan-umpan yang akurat.

Ozil medapatkan tugas sebagai pengumpan saat berseragam Real Madrid. Ozil membela Los Blancos sejak 2010 hingga 2013.

Kala itu, Ozil dengan umpan presisinya sering memanjakan Ronaldo di depan gawang. Selain itu, saat Ozil membela Real Madrid, klub berjuluk Los Blancos itu mempunyai andalan serangan balik yang mematikan.

Setelah pemain lawan kehilangan bola, pemain belakang langsung mengumpan ke Ozil, yang kemudian memberikan umpan jarak jauh yang akurat ke pemain depan.

Tak jarang serangan balasan tersebut berbuah gol ke gawang lawan. Selama tiga musim memperkuat Real Madrid, Ozil sukses mencatatkan 70 assist.

Saat Mesut Ozil hengkang ke Assenal, banyak pemain Real Madrid yang kecewa, termasuk Cristiano Ronaldo.

3. Marcelo

Saat Cristiano Ronaldo memutuskan hengkang ke Juventus, satu di antara pemain yang paling kecewa ialah Marcelo. Seperti halnya Mesut Ozil, Marcelo juga mempunyai chemistry yang sangat bagus dengan Ronaldo.

Tak bisa dipungkiri Marcelo merupakan satu di antara bek kiri terbaik di dunia. Pemain asal Brasil itu tak hanya piawai dalam bertahan, melainkan juga sangat bagus saat membantu penyerangan.

Umpan-umpan Marcelo ke kotak penalti lawan sering memanjakan para pemain depan El Real, termasuk Ronaldo. Selain itu, kombinasi umpan satu-dua juga kerap membuat pertahanan lawan keteteran.

Kedua pemain tersebut terlihat sudah saling memahami satu sama lain saat bertanding. Wajar tentunya jika Marcelo masih merindukan Ronaldo, baik di dalam maupun luar lapangan.

4. Wayne Rooney

Saat Cristiano Ronaldo berseragam Manchester United, Wayne Rooney dianggap sebagai rekan terbaik di lapangan. Kedua pemain tersebut menjadi satu di antara duet paling mematikan sepanjang sejarah Premier League.

Dengan adanya Rooney di lapangan, Ronaldo mampu bergerak bebas menembus pertahanan. Tak jarang aksi kedua pemain mendapatkan apresiasi dari para pencinta sepak bola.

Meskipun banyak pemain bintang yang menghiasi skuat Manchester United, duet Ronaldo dan Rooney bisa dibilang berhasil mencuri perhatian.

Keduanya juga sukses mempersembahkan sejumlah gelar untuk Setan Merah termasuk Liga Champions.

5. Karim Benzema

Jesse Lingard Optimistis Kembali Tampil Apik Bersama Manchester United

11 December 0

Jakarta – Pemain Manchester United, Jesse Lingard, mengungkapkan kegembiraannya karena mulai kembali ke performa terbaiknya. Ia optimistis bisa tampil konsisten bersama Manchester United.

Satu tahun terakhir merupakan masa yang berat bagi Jesse Lingard. Pemain tersebut kerap mengalami cedera kambuhan sehingga ia sulit mendapatkan jam bermain bersama Manchester United.

Dampak lanjutan dari situasi tersebut adalah performanya yang inkonsisten, di mana ia gagal membuat gol maupun assist sejak bulan Februari kemarin.

Namun peruntungan Lingard mulai berubah belakangan ini. Berawal dengan golnya ke gawang Astana, performa didikan akademi Manchester United itu mulai kembali ke level tertinggi sehingga ia mulai dipercaya Ole Gunnar Solskjaer untuk menjadi starter.

Lingard mengaku gembira karena performanya mulai membaik. Ia menyebut ia sudah kembali ke jalur yang benar untuk menunjukkan performa terbaiknya bersama Manchester United.

Merasa Bahagia

3 Kelebihan Timnas Indonesia U-22 di Mata Pelatih Vietnam

10 December 0

Pelatih Vietnam, Park Hang-seo, menganggap Timnas Indonesia U-22 bukan tim yang mudah dikalahkan. Menurut Park, Osvaldo Haay dkk memiliki sederet kelebihan yang bisa jadi ancaman skuat Vietnam.

Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi Vietnam pada laga final sepak bola SEA Games 2019. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial pada Selasa (10/12/2019) malam WIB itu diyakini bakal berlangsung menarik.

Kedua tim berusaha menunjukkan performa terbaiknya untuk menjadi tim terbaik di Asia Tenggara. Namun Timnas Indonesia U-22 disebut harus berusaha ekstra keras untuk mengalahkan Vietnam.

Skuat racikan Park Hang-seo itu cukup diunggulkan untuk meraih emas di SEA Games 2019. Apalagi, Indonesia sempat kalah 1-2 dari Vietnam pada laga lanjutan Grup B SEA Games 1 Desember 2019.

Meski demikian, Timnas Indonesia U-22 bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata. Skuat racikan Indra Sjafri itu punya kans melakukan balas dendam pada laga final tersebut.

Mengacu pada hal tersebut, pelatih Vietnam, Park Hang-seo, turut berkomentar tentang kelebihan Timnas Indonesia U-22 yang bisa jadi ancaman Vietnam. Berikut kelebihan Timnas Indonesia U-22 di mata pelatih Vietnam.

1. Terorganisasi dengan Baik

Melansir dari Vn Express, Selasa (10/12/2019), Park Hang-seo mengklaim Timnas Indonesia U-22 tergorganisasi dengan baik. “Indonesia adalah salah satu tim yang terorganisasi dengan baik,” ujar Park Hung-seo.

Pernyataan pelatih asal Korea Selatan itu bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki kemampuan transisi yang baik dari lini pertahanan hingga lini depan.

Kondisi itulah yang membuat pertahanan Indonesia sulit dibongkar. Selain itu, kelebihan tersebut menjadi alasan yang membuat Indonesia mampu mengemas 21 gol sepanjang SEA Games 2019.

2. Pemain Timnas Indonesia Cerdas

Park Hang-seo juga mengatakan pemain Timnas Indonesia U-22 adalah anak-anak yang cerdas. Buktinya, skuat Garuda Muda mampu bagkit dengan catatan menakjubkan kala melawan Brunei Darussalam beberapa waktu lalu.

Padahal sebelumnya, Timnas Indonesia dipecundangi Vietnam dengan skor tipis 1-2. Pemain Timnas Indonesia U-22 disebut cepat belajar dari kekalahan yang diterima kala bersua Vietnam.

Selain itu, Park juga menyebut pemain Timnas Indonesia U-22 mengerti dengan baik posisi dan tanggung jawabnya. “Selain cerdas, pemain Indonesia juga mengerti dengan baik posisi dan tugas mereka di lapangan,” tambah Park Hang-seo.

3. Lini Sayap Menakjubkan

Park Hang-seo juga menyoroti lini sayap Timnas Indonesia U-22. Menurutnya, sektor sayap skuat Garuda Muda memiliki andil yang cukup besar atas keberhasilan tim.

Menurut analisis Park Hang-seo, 70 hingga 80 persen gol yang diciptakan Timnas Indonesia sepanjang turnamen datang dari sisi sayap.

“Mereka (pemain sayap)  mampu mencetak 17 gol dari 21 gol yang telah diciptakan Indonesia. Bisa dibilang, 70 hingga 80 persen gol Indonesia datang dari sisi sayap,” ujar Park Hang-seo.

Pernyataan pelatih Vietnam itu juga bukan tanpa alasan. Dua pemain sayap Timnas Indonesia U-22 yakini Osvaldo Haay dan Egy Maulana Vikri memang cukup merepotkan.

Sejauh ini, Osvaldo Haay telah mencetak 8 gol sepanjang SEA Games 2019. Sementara Egy Maulana Vikri telah berhasil mengemas empat gol

Diego Simeone Yakin Tidak Akan Dipecat Atletico Madrid

09 December 0

Diego Simeone menepis spekulasi bahwa ia bakal meninggalkan Atletico Madrid di tengah rumor bahwa Arsenal ingin menjadikannya manajer permanen berikutnya.

Simeone sedang ada dalam tekanan, Atletico hanya memenangi satu dari tujuh pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

Serangkaian hasil yang mengecewakan ini membuat Atletico Madrid merosot ke urutan keenam di La Liga dan juga mereka membutuhkan kemenangan atas Lokomotiv Moscow pekan depan untuk menjamin lolos ke fase knock-out Liga Champions.

Rumor panas berkembang menyebut Diego Simeone bakal dipecat jika kinerja klub tak membaik dalam beberapa pekan ke depan. Akan tetapi pelatig asal Argentina mengklaim ini tidak terjadi dan dia menghadapi tekanan yang sama seperti musim lainnya.

“Dalam delapan tahun saya di sini, selalu ada spekulasi sesaat. Namun, kami bergerak maju dengan kesabaran dan banyak energi. Saya tidak berpikir ada lebih banyak kritik daripada di musim lain,” kata nakhoda berusia 49 tahun itu.

Terbiasa Menghadapi Tekanan

Tanggung jawab yang saya miliki sangat besar. Saya menganggapnya dan membagi beban dengan pemain, klub, orang-orang yang bekerja di ruang ganti. Kita semua memiliki tanggung jawab, bagian yang saya pikul penting dan saya sedang mencari solusi sehingga semuanya kembali ke situasi terbaik, yaitu untuk menang. Ketika Anda menang, semuanya terlihat jauh lebih baik,” tutur Diego Simeone.

Simeone disebut-sebut sebagai kandidat untuk mengambil alih jabatan manajer permanen di Arsenal setelah pemecatan Unai Emery baru-baru ini. Namun, tampaknya ia tidak berniat meninggalkan ibu kota Spanyol dalam waktu dekat.

Kepindahan ke London hanya akan menjadi pilihan jika ia dipecat. Jadi pelatih Atletico Madrid sejak 2011, Simeone dinilai sukses menjaga eksistensi klub, sekalipun tiap musim klub kehilangan pemain-pemain penting. Kekalahan dari Barcelona 1-2 pada pekan lalu mengingatkan para penggemar dan media bahwa Atletico tengah musim transisi untuk kesekian kali.

Musim Transisi

“Perubahan akan datang dan, alih-alih mengenai tiang, bola akan masuk,” kata Diego Simeone.

“Kami harus tetap sabar dan tahu bahwa kami berada di tahun transisi.”

Atletico Madrid ditinggal sejumlah pemain penting pada musim musim panas lalu. Antonie Griezmann, Diego Godin, Rodri, Lucas Hernandez, Juanfran, Filipe Luis, dan Gelson Martins  pindah klub. Simeone membangun ulang tim dengan rekrutan-rekrutan anyar macam Joao Felix yang butuh waktu untuk nyetel dengan tim.

5 Data dan Fakta Setelah Chelsea Keok dari Everton

08 December 0

Chelsea takluk 1-3 dari Everton pada laga pekan ke-16 Premier League di Goodison Park, Sabtu (7/12/2019). Bagi The Blues, ini adalah kekalahan ketiga dari empat pertandingan terakhir di liga.

Tampil di kandang lawan, Chelsea bermain dominan. Berdasarkan statistik di situs resmi Premier League, Tim London Biru mencatatkan 69,8 persen penguasaan bola berbanding 30,2 persen milik Everton.

Meski begitu, Chelsea mendapat perlawanan sengit dari The Toffees. Laga baru berjalan lima menit, gawang The Blues yang dikawal Kepa Arrizabalaga telah dibobol Richarlison.

Masuk menit ke-49, giliran Dominic Calvert-Lewin yang mencatatkan namanya di papan skor. Chelsea sempat memperkecil ketertinggalan berkat gol yang disarangkan Mateo Kovacic pada menit ke-42.

Akan tetapi, Everton kembali membobol gawang The Blues pada menit ke-84, lewat lesatan Dominic Calvert. Sampai pertandingan berakhir, skor 1-3 untuk kekalahan Chelsea tetap bertahan.

Hasil ini pun membuat anak asuh Frank Lampard tersebut telah menelan tiga kekalahan dari empat laga. Dua hasil minor sebelumnya didapat ketika bersua Manchester City (1-2) dan West Ham United (0-1).

Sementara itu, satu-satunya kemenangan didapat ketika membungkam Aston Villa di Stamford Bridge, 4 Desember 2019.

Kekalahan tersebut membuat Chelsea masih terpaku di peringkat empat klasemen sementara Premier League dengan nilai 29. Sementara itu, Everton di posisi 17 dengan mengoleksi 15 poin.

Data dan Fakta: